Bulan: Juli 2020

24 Jul

Jujur

Jujur itu berkata, dan menampakkan diri apa adanya. Begitu saja. Tak perlu memoles, tak usah mencitra. Terus terang. Justru disitu letak ‘value’ nya. Sesederhana itu, mestinya.

Menjadi rumit saat dihadapkan pada ego. Jujur untuk berkata, ‘maaf, saya tidak bisa’, misalnya, berpikirnya mesti berulang-ulang. Prosesnya seperti narasi di konsideran sebuah draft perundangan: menimbang, mengingat, namun tak kunjung memutuskan.

Seribet itu jika urusan dikaitkan dengan ego. Padahal manusia sebenarnya senang untuk jujur. Jujur adalah bagian dari sifat jiwa yang melegakan. Sebab disitu ada penerimaan, dan keterusterangan.

Orang yang jelas konsep tentang dirinya, dia akan jujur seadanya. Toh bersembunyi dalam halusinasi adalah penyiksaan pada diri. Tanyakan itu pada para politisi yang sukanya pencitraan, atau pada mereka yang terbiasa menjual mimpi. Atau pada para penyepi yang setiap hari pura-pura bahagia itu. Nyeri, bro.

Disatu sisi, ego juga erat kaitannya dengan pride: kebanggaan, gengsi dan harga diri. Juga diperlukan, pada kadar dan situasi tertentu. Pada hal yang dianggap ‘kelebihan’, jujur dan ego tak sulit bersatu. Namun pada hal yang dianggap ‘kelemahan’, ego lebih memilih stand alone: tidak jujur. Entah apa tujuannya.

Be yourself, kata para astronom, ehh salah, itu kata para motivator. Entah kemana quote-quote asyik mereka saat Covid dan krisis melanda hari ini.

Ya sudah, saya saja buat quotenya, ‘to be yourself, you must be honest.’ Terima diri apa adanya. Satu paket. Kelebihan berikut kekurangannya. Itulah diri. Tinggal mau yang paket komplit, atau paket campur. Makan di tempat, atau bungkus. Karet satu, atau dua.

‘No perfection without imperfection’. Iya dong. Biarlah ego menyingkir dulu. Mari lihat perbedaannya pada kualitas personaliti. Kita tak butuh pencitraan, yang dibutuhkan hanya ketajaman penginderaan. Bukan tugas kita mengesankan orang-orang. Tugas kita adalah, tetap eksis, sodara.

Existence is a must. You mesti genuine. Orisinil. Asli. Karena yang asli itulah, meminjam istilah VA dulu pas masa jayanya dia: mahaaaaallll.

23 Jul

Organisasi

Tak perlu membincang apa yang tidak dipunyai. Capek. Yang penting, sering saja menggagas hendak kemana menuju.
Butuh lebih dari sekedar harapan. Visi, sudah pasti. Tekad, apalagi. Yang susah itu adalah nyali. Ini jawaban kenapa visi sulit tereksekusi.
Kematangan sebuah organisasi bukan dilihat dari usia, inilah peliknya. Sebab disatu sisi, indikator produktifnya adalah karya.

Jika ada organisasi yang dari usia sudah lah tua, tapi karya masih begitu-begitu saja, mesti merujuk kita pada tayangan komersial yang agak absurd itu: Tanya Kenapa?

Bagaimana mengindikasi sebuah organisasi produktif atau sia-sia?

Sederhana. Sedikitnya, tentu dalam subjektivitas, ada 3 indikator:

1.Pertama, bagaimana performance nya. Apa yang sedang digerakkannya. Besarkah? Massifkah? Membuat perubahankah? Atau hanya sekedar rutinitas membincang wacana dengan dalih strategi, tahapan, atau apalah itu.

2.Kedua, apa legacy nya. Monumen fungsi apa yang ditinggalkan sebagai sebuah organisasi. Warisannya pada peradaban bagaimana.
Ahh, mungkin terlalu jauh. Begini saja, manfaat apa yang didapat lingkungan, masyarakat, bahkan ummat dari kehadirannya sebagai sebuah organisasi.
Masih terlalu muluk. Oke, disederhanakan lagi, sehari-hari aktivitasnya bagaimana. Apa peran aktivisnya di masyarakat. Bagaimana dia mengorganisir sebuah influence yang membawa arus perubahan besar.
Point to bold, sebagai sebuah organisasi. Bukan individu. Sebab, individu berjaya tapi organisasinya merana adalah bukti organisasi hanya batu loncatan bagi si personal.
Organisasi mesti kuat. Sistem, infrastuktur, dan orangnya. Kalau ia kuat, insya Allah akan besar. Transfer value akan lebih massif.

3.Ketiga, pertanyaan paling penting, bagaimana regenerasinya. People management nya seperti apa. Leadershipnya bagaimana. Apakah pernah membincang tentang ‘leader creates leader’.
Maka terhadap hal-hal seperti inilah para aktivis organisasi mesti selalu bertanya. Sudah sampai sejauh apa organisasinya berlari. Belum ada jawaban juga tidak apa-apa. Setidaknya ada ikhtiar untuk bertanya.

Kalau bertanya pun tak mau, berarti memang tak mampu.

21 Jul

Loker

Dear rekan-rekan HSEI

Saat ini kami sedang mencari kandidat untuk posisi :

Kasie Teknik

Kualifikasi:

  • Pria, maksimal 35 tahun.
  • Pendidikan D3/S1 semua jurusan, diutamakan lulusan teknik.
  • Memiliki pengalaman min. 2 tahun di bidang yang sama.
  • Memiliki jiwa kepemimpinan.
  • Menguasai dengan baik Microsoft Office dan administrasi pembukuan.
  • Memiliki pemahaman yang baik terhadap mekanisme transportasi, infrastruktur, dan sipil perkebunan.
  • Mampu bekerja secara mandiri dan di dalam tim.
  • Bersedia untuk ditempatkan di Area Perkebunan Sawit di Kalimantan Tengah.

Bagi rekan – rekan yang tertarik untuk mengembangkan karir bersama kami dapat mengirimkan CV terbaru ke email kami di : recruitment@bestagro.international (tidak perlu menggunakan .com) dengan subyek email: KasieTeknik_Nama.

Catatan:

  • Hanya kandidat yang sesuai kualifikasi yang akan dihubungi lebih lanjut.
  • Segala proses rekrutmen di Best Agro International tidak dipungut biaya. Harap waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan HRD Best Agro International.

Terima kasih

21 Jul

Lowongan Kerja

First Resources, Ltd Region Kaltim membuka kesempatan bagi anda yang berminat untuk mengikuti proses recruitment di perusahaan kami, terutama yang memiliki pengalaman sebagai :

  1. Staff Audit Agronomy
  2. Staff Audit Administrasi

Note:

  • Penempatan di Balikpapan
  • Bersedia perjalanan dinas yg sangat tinggi.

Untuk dapat bergabung bersama kami dan mengembangkan karier bersama First Resources,
Bagi anda yang berminat silahkan mengirimkan CV lengkap melalui e-mail : recruitment.kaltim@first-resources.co.id

11 Jul

Menjalani New Normal Saat Pandemi Covid-19 Pada Dunia Konstruksi

Pemerintah telah mengimbau agar masyarakat bersiap untuk new normal alias hidup “berdampingan” dengan COVID-19 sambil menjalani aktivitas seperti biasa. Namun, tetap ada batasan-batasannya. Batasan apakah yang perlu diterapkan? Simak penjelasan berikut ini.

Sejak pandemi COVID-19 muncul, hampir semua orang mengalami kendala untuk menjalani kehidupan normal akibat pembatasan yang perlu dilakukan untuk mencegah penularan virus Corona.

Namun, dengan usainya pembatasan tersebut, pemerintah menganjurkan kita untuk mulai melakukan kegiatan seperti biasa, tentunya sambil mematuhi protokol pencegahan COVID-19.

Hal ini mendorong kita untuk lebih gencar dalam menerapkan langkah pencegahan dasar COVID-19, seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau dengan hand sanitizer, tidak menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci, menerapkan physical distancing, serta mengenakan masker dalam setiap aktivitas, terutama di tempat umum.

Penerapan New Normal
Berikut adalah hal-hal penting yang perlu kamu ketahui untuk menghadapi new normal:

  1. Saat harus keluar rumah dan kembali lagi ke rumah
    Penerapan new normal akan membuat kita lebih longgar untuk keluar rumah. Namun, mengingat pandemi COVID-19 masih berlangsung, kita harus tetap menerapkan langkah pencegahan dasar kapan pun dan di mana pun kita berada.

Selain itu, jangan memaksakan diri untuk keluar rumah saat sedang tidak fit. Bila keperluan sudah selesai, segera kembali ke rumah. Sesampainya di rumah, langsung lakukan beberapa hal berikut:

Buka alas kaki sebelum masuk ke dalam rumah.
Semprotkan disinfektan pada alas kaki maupun peralatan yang kamu gunakan.
Cuci tangan dengan air dan sabun.
Lepaskan pakaian yang dikenakan dan segera masukkan ke dalam tempat cucian yang tertutup.
Mandi dan berganti pakaian bersih sebelum bersantai atau berkumpul dengan keluarga.

  1. Sewaktu menggunakan transportasi umum
    Bila kamu harus bepergian ke suatu tempat dan menggunakan transportasi umum, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selain menerapkan langkah pencegahan dasar.

Untuk memudahkanmu dalam menjaga kebersihan tangan, bawalah selalu hand sanitizer. Jangan menyentuh wajah dengan tangan yang belum dibersihkan. Selain itu, pastikan kamu membawa botol minum agar tetap terhidrasi selama perjalanan.

Yang paling penting untuk diingat selama berada di dalam transportasi umum adalah mengurangi interaksi dan menjaga jarak setidaknya 1 meter dengan penumpang lain. Bila hal ini tidak memungkinkan, sebaiknya jangan menggunakan transportasi umum.

  1. Selama bekerja di kantor
    Dimulainya new normal akan membuat para karyawan kembali bekerja di kantor secara bertahap setelah beberapa bulan bekerja dari rumah. Nah, agar tetap aman dan terhindar dari virus Corona di tempat kerja, kamu perlu menerapkan pshysical distancing dalam setiap kegiatan di kantor.

Ketika beraktivitas di meja kerja ataupun saat rapat, pastikan jarak antarkursi minimal 1 meter. Bila ada rekan kerja yang duduk dengan jarak kurang dari itu, jangan ragu untuk menegur dan mengingatkannya agar menjaga jarak.

Begitu juga saat makan siang. Jika sebelumnya kamu terbiasa makan di kantin, sementara ini usahakan untuk selalu membawa bekal dari rumah agar kamu tidak perlu ke tempat yang ramai untuk membeli makanan. Saat makan siang bersama di kantor pun tetap jaga jarak dengan rekan-rekan sekantor.

Bila kamu sakit, mintalah izin untuk tidak masuk kerja, atau bila memungkinkan, bekerjalah dari rumah dulu untuk sementara waktu.

  1. Ketika berbelanja
    Bila kamu harus berbelanja membeli bahan makanan, kemungkinan kamu akan bertemu dengan banyak orang. Ingat, selalu terapkan physical distancing, ya.

Batasi menyentuh barang-barang di toko maupun di tempat umum. Setelah menyentuh barang-barang tersebut, jangan menyentuh wajah atau barang-barang pribadi, misalnya tas dan handphone, sebelum mencuci tangan. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko terkontaminasi virus Corona.

Selain itu, usahakan untuk tidak berlama-lama saat belanja. Catat barang-barang apa saja yang perlu dibeli dan langsung ke kasir ketika semua sudah Anda dapatkan.

Hal ini pun berlaku bila kamu dan keluarga makan di restoran. Ketika makan, kamu tentu harus melepas masker. Jadi, pilihlah tempat makan dengan ventilasi yang baik agar ada pertukaran udara di tempat tersebut. Ingat, selalu jaga jarak dengan orang lain, termasuk pramusaji, pengunjung lain, dan kasir, ya.

Sewaktu membayar, gunakan metode pembayaran nontunai untuk mencegah kontaminasi. Namun, jika tidak memungkinkan, pastikan untuk langsung mencuci tangan setelah memegang uang ataupun kartu.

  1. Ketika berbelanja online atau memesan makanan online
    Sejak pandemi, belanja online makin banyak diminati, karena orang bisa berbelanja dengan mudah tanpa harus keluar rumah. Melalui belanja online, kita bisa membeli makanan, minuman, atau barang yang kita butuhkan meskipun hampir seluruh mall dan pusat perbelanjaan tutup selama PSBB.

Meski begitu, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan, yaitu:

Hindari kontak langsung dengan kurir. Bila perlu, kenakan masker saat bertransaksi.
Upayakan untuk membayar barang belanjaan dengan secara nontunai untuk meminimalkan interaksi dengan kurir.
Sediakan tempat khusus bagi kurir menaruh barang pesananmu, agar kamu tidak perlu bertemu langsung atau bersentuhan dengan kurir ketika menerima barang.
Buka bungkus paket di luar rumah dan segera buang bungkusnya di tempat sampah atau semprot bungkus paket dengan disinfektan sebelum membawanya masuk ke dalam rumah.
Untuk makanan, jangan menyemprotkan disinfektan ke bungkusnya. Cukup buka dan buang bungkusnya, lalu pindahkan makanan ke piring. Jangan makan makanan langsung dari wadahnya.
Setelah membuka kemasan paket barang atau makanan, langsung cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

  1. Ketika membutuhkan layanan kesehatan
    Alih-alih berkonsultasi langsung dengan dokter di rumah sakit, lebih baik gunakan fasilitas telemedicine. Kamu bisa menggunakan aplikasi ALODOKTER untuk berkonsultasi dengan dokter umum maupun dokter spesialis.

Kamu juga bisa membuat janji konsultasi dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi ALODOKTER jika memang memerlukan pemeriksaan atau penanganan langsung dari dokter.

Berkonsultasi secara online lewat aplikasi kesehatan dinilai lebih aman untuk mencegah penularan virus Corona, khususnya bagi orang-orang dengan penyakit yang rentan terkena COVID-19, seperti diabetes atau penyakit jantung.

Jika kamu memiliki bayi yang harus menjalani imunisasi atau kamu sedang hamil dan perlu memeriksakan kehamilan, ikuti panduan imunisasi dan pemeriksaan kehamilan yang dianjurkan oleh dokter selama pandemi COVID-19 ini, ya.

Kendati kehidupan dengan new normal telah dicanangkan oleh pemerintah, bukan berarti virus Corona telah hilang dan tidak lagi menjadi ancaman. Oleh karena itu, kamu tetap harus memperkuat daya tahan tubuhmu dengan memerhatikan asupan nutrisi dan cairan, serta menerapkan pola hidup sehat, seperti beristirahat yang cukup, rutin berolahraga, mengelola stres dengan baik, serta tidak merokok.

Penting untuk diingat, jangan memaksakan diri untuk keluar rumah bila sedang tidak sehat, apalagi jika kamu mengalami gejala COVID-19, seperti demam, batuk, sesak napas, pilek, atau sakit tenggorokan. Segera lakukan isolasi mandiri. Dengan begitu, kamu juga akan melindungi orang lain dari risiko terpapar virus Corona.

Selain itu, hubungi juga hotline COVID-19 di 119 Ext. 9 untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut. Bila memang memenuhi kriteria, dinas kesehatan bisa menjemput dan mengantarkanmu langsung ke fasilitas layanan kesehatan atau rumah sakit rujukan COVID-19 terdekat untuk mendapatkan pengobatan.

Sumber: dr. Meva Nareza

11 Jul
6 Jul

Safety Induction

Materi (Video) Dasar-Dasar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) berfungsi untuk memberikan pelatihan (pengajaran) dasar pengetahuan dan wawasan serta syarat-syarat penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan) di tempat kerja khusunya bagi tenaga kerja ataupun peserta didik/training (pelatihan) lainnya. Klik dan simak video berikut:
id Indonesian
X