Kategori: Uncategorized

4 Agu

Kisah Seekor Kuda

Seekor kuda terperosok ke dalam sumur yang sudah kering. Karena sudah tidak mungkin menolong kuda tersebut,
maka orang-orang di kampung memutuskan untuk menutup sumur itu.

Mereka ingin mengubur kuda itu hidup-hidup supaya bangkainya tidak mengganggu dan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Merekapun bergotong royong mengangkut tanah dan memasukkannya ke dalam sumur.

Lalu, apa yang terjadi?

Setiap ada tanah yang mengena punggungnya,
kuda itu selalu membuangnya ke bawah lalu memindahkan kakinya ke atas tanah tersebut.

Semakin tinggi tanah menutupi sumur, maka semakin tinggi pula posisi kuda itu. Sehingga akhirnya ia bisa keluar dari sumur dengan selamat.

Pesan Moral Ke 1:
Begitulah gambaran kita dalam hidup ini. Ketika perjalanan hidup melemparkan beban dan masalah ke punggung kita, maka kesampingkanlah lalu berdirilah dengan kokoh di atasnya, maka suatu saat nanti semua itu akan menaikkan posisi kita ke puncak.

Pesan Moral Ke 2:
Ketika orang-orang meremehkanmu, menghinamu bahkan berusaha menjatuhkanmu… mencelakaimu… justru upaya itu berbalik memberi keberuntungan kepadamu yang terus berjuang, bertahan & pantang menyerah.

*repost

24 Jul

Jujur

Jujur itu berkata, dan menampakkan diri apa adanya. Begitu saja. Tak perlu memoles, tak usah mencitra. Terus terang. Justru disitu letak ‘value’ nya. Sesederhana itu, mestinya.

Menjadi rumit saat dihadapkan pada ego. Jujur untuk berkata, ‘maaf, saya tidak bisa’, misalnya, berpikirnya mesti berulang-ulang. Prosesnya seperti narasi di konsideran sebuah draft perundangan: menimbang, mengingat, namun tak kunjung memutuskan.

Seribet itu jika urusan dikaitkan dengan ego. Padahal manusia sebenarnya senang untuk jujur. Jujur adalah bagian dari sifat jiwa yang melegakan. Sebab disitu ada penerimaan, dan keterusterangan.

Orang yang jelas konsep tentang dirinya, dia akan jujur seadanya. Toh bersembunyi dalam halusinasi adalah penyiksaan pada diri. Tanyakan itu pada para politisi yang sukanya pencitraan, atau pada mereka yang terbiasa menjual mimpi. Atau pada para penyepi yang setiap hari pura-pura bahagia itu. Nyeri, bro.

Disatu sisi, ego juga erat kaitannya dengan pride: kebanggaan, gengsi dan harga diri. Juga diperlukan, pada kadar dan situasi tertentu. Pada hal yang dianggap ‘kelebihan’, jujur dan ego tak sulit bersatu. Namun pada hal yang dianggap ‘kelemahan’, ego lebih memilih stand alone: tidak jujur. Entah apa tujuannya.

Be yourself, kata para astronom, ehh salah, itu kata para motivator. Entah kemana quote-quote asyik mereka saat Covid dan krisis melanda hari ini.

Ya sudah, saya saja buat quotenya, ‘to be yourself, you must be honest.’ Terima diri apa adanya. Satu paket. Kelebihan berikut kekurangannya. Itulah diri. Tinggal mau yang paket komplit, atau paket campur. Makan di tempat, atau bungkus. Karet satu, atau dua.

‘No perfection without imperfection’. Iya dong. Biarlah ego menyingkir dulu. Mari lihat perbedaannya pada kualitas personaliti. Kita tak butuh pencitraan, yang dibutuhkan hanya ketajaman penginderaan. Bukan tugas kita mengesankan orang-orang. Tugas kita adalah, tetap eksis, sodara.

Existence is a must. You mesti genuine. Orisinil. Asli. Karena yang asli itulah, meminjam istilah VA dulu pas masa jayanya dia: mahaaaaallll.

23 Jul

Organisasi

Tak perlu membincang apa yang tidak dipunyai. Capek. Yang penting, sering saja menggagas hendak kemana menuju.
Butuh lebih dari sekedar harapan. Visi, sudah pasti. Tekad, apalagi. Yang susah itu adalah nyali. Ini jawaban kenapa visi sulit tereksekusi.
Kematangan sebuah organisasi bukan dilihat dari usia, inilah peliknya. Sebab disatu sisi, indikator produktifnya adalah karya.

Jika ada organisasi yang dari usia sudah lah tua, tapi karya masih begitu-begitu saja, mesti merujuk kita pada tayangan komersial yang agak absurd itu: Tanya Kenapa?

Bagaimana mengindikasi sebuah organisasi produktif atau sia-sia?

Sederhana. Sedikitnya, tentu dalam subjektivitas, ada 3 indikator:

1.Pertama, bagaimana performance nya. Apa yang sedang digerakkannya. Besarkah? Massifkah? Membuat perubahankah? Atau hanya sekedar rutinitas membincang wacana dengan dalih strategi, tahapan, atau apalah itu.

2.Kedua, apa legacy nya. Monumen fungsi apa yang ditinggalkan sebagai sebuah organisasi. Warisannya pada peradaban bagaimana.
Ahh, mungkin terlalu jauh. Begini saja, manfaat apa yang didapat lingkungan, masyarakat, bahkan ummat dari kehadirannya sebagai sebuah organisasi.
Masih terlalu muluk. Oke, disederhanakan lagi, sehari-hari aktivitasnya bagaimana. Apa peran aktivisnya di masyarakat. Bagaimana dia mengorganisir sebuah influence yang membawa arus perubahan besar.
Point to bold, sebagai sebuah organisasi. Bukan individu. Sebab, individu berjaya tapi organisasinya merana adalah bukti organisasi hanya batu loncatan bagi si personal.
Organisasi mesti kuat. Sistem, infrastuktur, dan orangnya. Kalau ia kuat, insya Allah akan besar. Transfer value akan lebih massif.

3.Ketiga, pertanyaan paling penting, bagaimana regenerasinya. People management nya seperti apa. Leadershipnya bagaimana. Apakah pernah membincang tentang ‘leader creates leader’.
Maka terhadap hal-hal seperti inilah para aktivis organisasi mesti selalu bertanya. Sudah sampai sejauh apa organisasinya berlari. Belum ada jawaban juga tidak apa-apa. Setidaknya ada ikhtiar untuk bertanya.

Kalau bertanya pun tak mau, berarti memang tak mampu.

21 Jul

Loker

Dear rekan-rekan HSEI

Saat ini kami sedang mencari kandidat untuk posisi :

Kasie Teknik

Kualifikasi:

  • Pria, maksimal 35 tahun.
  • Pendidikan D3/S1 semua jurusan, diutamakan lulusan teknik.
  • Memiliki pengalaman min. 2 tahun di bidang yang sama.
  • Memiliki jiwa kepemimpinan.
  • Menguasai dengan baik Microsoft Office dan administrasi pembukuan.
  • Memiliki pemahaman yang baik terhadap mekanisme transportasi, infrastruktur, dan sipil perkebunan.
  • Mampu bekerja secara mandiri dan di dalam tim.
  • Bersedia untuk ditempatkan di Area Perkebunan Sawit di Kalimantan Tengah.

Bagi rekan – rekan yang tertarik untuk mengembangkan karir bersama kami dapat mengirimkan CV terbaru ke email kami di : recruitment@bestagro.international (tidak perlu menggunakan .com) dengan subyek email: KasieTeknik_Nama.

Catatan:

  • Hanya kandidat yang sesuai kualifikasi yang akan dihubungi lebih lanjut.
  • Segala proses rekrutmen di Best Agro International tidak dipungut biaya. Harap waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan HRD Best Agro International.

Terima kasih

21 Jul

Lowongan Kerja

First Resources, Ltd Region Kaltim membuka kesempatan bagi anda yang berminat untuk mengikuti proses recruitment di perusahaan kami, terutama yang memiliki pengalaman sebagai :

  1. Staff Audit Agronomy
  2. Staff Audit Administrasi

Note:

  • Penempatan di Balikpapan
  • Bersedia perjalanan dinas yg sangat tinggi.

Untuk dapat bergabung bersama kami dan mengembangkan karier bersama First Resources,
Bagi anda yang berminat silahkan mengirimkan CV lengkap melalui e-mail : recruitment.kaltim@first-resources.co.id

id Indonesian
X