Jujur

24 Jul

Jujur

Jujur itu berkata, dan menampakkan diri apa adanya. Begitu saja. Tak perlu memoles, tak usah mencitra. Terus terang. Justru disitu letak ‘value’ nya. Sesederhana itu, mestinya.

Menjadi rumit saat dihadapkan pada ego. Jujur untuk berkata, ‘maaf, saya tidak bisa’, misalnya, berpikirnya mesti berulang-ulang. Prosesnya seperti narasi di konsideran sebuah draft perundangan: menimbang, mengingat, namun tak kunjung memutuskan.

Seribet itu jika urusan dikaitkan dengan ego. Padahal manusia sebenarnya senang untuk jujur. Jujur adalah bagian dari sifat jiwa yang melegakan. Sebab disitu ada penerimaan, dan keterusterangan.

Orang yang jelas konsep tentang dirinya, dia akan jujur seadanya. Toh bersembunyi dalam halusinasi adalah penyiksaan pada diri. Tanyakan itu pada para politisi yang sukanya pencitraan, atau pada mereka yang terbiasa menjual mimpi. Atau pada para penyepi yang setiap hari pura-pura bahagia itu. Nyeri, bro.

Disatu sisi, ego juga erat kaitannya dengan pride: kebanggaan, gengsi dan harga diri. Juga diperlukan, pada kadar dan situasi tertentu. Pada hal yang dianggap ‘kelebihan’, jujur dan ego tak sulit bersatu. Namun pada hal yang dianggap ‘kelemahan’, ego lebih memilih stand alone: tidak jujur. Entah apa tujuannya.

Be yourself, kata para astronom, ehh salah, itu kata para motivator. Entah kemana quote-quote asyik mereka saat Covid dan krisis melanda hari ini.

Ya sudah, saya saja buat quotenya, ‘to be yourself, you must be honest.’ Terima diri apa adanya. Satu paket. Kelebihan berikut kekurangannya. Itulah diri. Tinggal mau yang paket komplit, atau paket campur. Makan di tempat, atau bungkus. Karet satu, atau dua.

‘No perfection without imperfection’. Iya dong. Biarlah ego menyingkir dulu. Mari lihat perbedaannya pada kualitas personaliti. Kita tak butuh pencitraan, yang dibutuhkan hanya ketajaman penginderaan. Bukan tugas kita mengesankan orang-orang. Tugas kita adalah, tetap eksis, sodara.

Existence is a must. You mesti genuine. Orisinil. Asli. Karena yang asli itulah, meminjam istilah VA dulu pas masa jayanya dia: mahaaaaallll.

id Indonesian
X